Halaman

Dongeng sebelum mati

0 komentar

Aku hidup di kota dengan kakaku sedang ibuku didesa dengan mbakku. saat dirumah sakit hanya sekali aku menemuinyya. 

Hari sabtu ketika pulang sekolah aku merencanakan pulang ke desa untuk mngambil sesuatu sedangkan tdak ad yang mengantar dan akhirnya aku pergi sendiri. Saat menunggu bus ternyata hari sudah ore. Aku putuskan mampir kerumah temaan sekolah yang tidak jauh dari halte aku duduk.
Saat patang datang aku mendapat telfon dari bakku untuk segera ke rumah sakit. Dengan santainya aku menjawab tanpa menganggap tak akan terjadi apa2. Aku datang dengan becak dan menuju kekamar ibuku dimana ia dirawat bersama kakakku yang lain dengan mata memerah dan mengeluarkan cairan bening. Memandan ibu yang terbaring sekarat hidupku seakan tak ada tenaga. Hanya ada air mata dan penyesalan yang ada.
karna hari sudah larut aku pulang.
paginya keponakan mendapat telfon bahwa ibukusudah tak dapat diselamatkan lagi. Dengan penuh rasa bersalah ku yang semakin mendalm aku datangi ibuku yang yak lagi beryawa. Aku menangis dan kakak laki2ku dengan sangat bersalah danmenyesal menabgis juga. 
Dari situ aku bisa mengerti ibu adalah orang yg besar pengorbanannya. Hanya demi anaknya dia rela mengorbankan nyawanya. Sedangkan aku sebagai anaknya sekadar menyenangkan ibunya yang sakit untuk menjenguknya pun malas. Hah aku ini anak macam apa?

- Published By Gooyaabi Templates | Powered By Blogger